Namun, dalam kajian fiqh dan tafsir, tidak ada dalil yang secara khusus menyatakan bahwa membaca surah Al-Qadr tujuh kali bisa menghapus siksa kubur secara pasti. Para ulama lebih menekankan pentingnya doa dan istighfar bagi almarhum, sebagaimana dianjurkan dalam hadis-hadis sahih. Meski demikian, membaca Al-Qur’an saat berziarah tetap dianggap sebagai amalan baik karena mengandung doa serta harapan agar Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan bagi mereka yang telah meninggal.
Menurut Ustaz Mukhlis, seorang dai di Lhokseumawe, membaca surah Al-Qadr saat ziarah tetap merupakan amalan baik selama dilakukan dengan niat tulus untuk mendoakan ahli kubur. “Membaca ayat-ayat Al-Qur’an di makam bukan sekadar ritual, tetapi doa agar Allah memberikan rahmat dan mengampuni dosa orang yang telah berpulang,” katanya.
Islam sendiri menganjurkan ziarah kubur sebagai pengingat akan kehidupan setelah mati. Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, namun sekarang berziarahlah karena itu dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, meskipun tidak ada aturan pasti mengenai jumlah bacaan tertentu yang dapat menghapus siksa kubur, ziarah dengan doa dan bacaan Al-Qur’an tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Pada akhirnya, apakah membaca “Inna anzalnahu fi lailatil qadr” sebanyak tujuh kali benar-benar bisa menyelamatkan mayit dari siksa kubur, semua bergantung pada kehendak Allah SWT. Yang lebih penting adalah selalu mendoakan kebaikan bagi yang telah berpulang, bersedekah atas nama mereka, serta menjalankan ajaran Islam dengan baik agar mendapatkan rahmat Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan Balasan