27 Views

“Makanan Aceh memiliki rasa yang luar biasa. Saya suka sekali nasi goreng dan timphan,” katanya.

Keramahan masyarakat Aceh juga meninggalkan kesan yang mendalam bagi Shabnam. Banyak keluarga yang mengundangnya untuk berbuka puasa bersama, membuatnya merasa diterima meski jauh dari rumah. Melihat begitu banyak orang berkumpul dalam keimanan adalah pengalaman yang sangat indah.

“Saya merasa sangat dihargai dan tidak merasa sendirian,” ujarnya

Menurut Shabnam, Ramadan di Aceh bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam, kebersamaan yang erat, dan rasa kekeluargaan yang membuatnya merasa di rumah meski jauh dari tanah kelahirannya.