Shabnam Toirova, mahasiswa asal Tajikistan, sedang menjalani Ramadan pertamanya di Aceh, Indonesia. Tiba di Indonesia enam bulan lalu, Shabnam kini tengah menjalani program Darmasiswa Indonesia di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia.
Selama sebulan penuh di bulan Ramadan, pengalaman spiritual dan budaya yang ia rasakan di Aceh memberikan kesan yang mendalam.
“Menikmati Ramadan dalam lingkungan budaya yang baru sangatlah menarik. Ini adalah pengalaman yang unik dan memperkaya rasa spiritual saya” ungkap Shabnam.
Aceh, dengan budaya Islam yang kental, memiliki nuansa Ramadan yang sangat berbeda. Shabnam, yang sebelumnya hanya mengenal suasana Ramadan di Tajikistan, menemukan banyak tradisi baru di provinsi yang terkenal dengan kebersamaannya ini.
Beberapa tradisi yang mengesankan Shabnam antara lain adalah sahur bersama, salat tarawih berjamaah, serta berbagi makanan berbuka puasa Bersama.
Bagi Shabnam, hidangan khas Aceh juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman Ramadannya. Berbagai jenis kudapan, mie aceh, nasi goreng dan camilan khas daerah ini menjadi favoritnya yaitu timphan. Namun, yang paling mengesankan adalah acara Meugang, tradisi memasak dan berbagi daging menjelang Ramadan.

Tinggalkan Balasan