29 Views

Halaqah Pesantren dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren yang diwakili oleh Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pesantren, Kementrian Agama RI, Dr. Mahrus Al Mawa, sekaligus sebagai Keynote Speech turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem pesantren di seluruh Indonesia.

“Penyelenggaraan Halaqah Pesantren di Aceh ini menjadi ruang penting bagi pengalian kembali nilai-nilai perjuangan ulama-ulama dayah dan medorong lahirnya kurikulum cinta yang nantinya akan dapat memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pesantren memiliki akar kuat dalam sejarah peradaban Islam Nusantara, dan kini dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” ungkap Dr. Mahrus.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama RI terus mendorong penguatan kelembagaan pesantren melalui regulasi, fasilitasi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Aceh memiliki tradisi keislaman yang kuat dan menjadi bagian penting dari sejarah pesantren di Indonesia. Karena itu, hasil halaqah ini akan menjadi masukan berharga dalam pengembangan kebijakan pesantren ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam PWNU Aceh, Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, S.Ag, M.Sh, Ph.D (KBA) menyampaikan pentingnya menjadikan halaqah ini sebagai forum ilmiah dan strategis dalam merumuskan masa depan pendidikan keagamaan Islam di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin cepat.

KBA menyebutkan bahwa Halaqah Pesantren yang menghadirkan 4 narasumber berkompeten yaitu Abu Sibreh, Dr. Chairul Fahmi, MA, Dr. Muhajir Al Fairusy, MA dan Dr. Tgk. Akhyar M. Gade, MA yang dimoderatori Akmal Alphad. SH., MH membahas posisi dayah dalam berbagai perspektif, mulai dari sejarah, karya dayah, kiprah dayah dalam pemerintahan, politik, pembangunan dan kontrol sosial nantinya akan melahirkan rekomendasi kurikulum cinta dan penguatan peran ulama dan santri dayah Aceh dalam berbagai aspek kehidupan bernegara.

Ketua panitia Dr. Azman Sulaiman, M.I.Kom menyebutkan bahwa Halaqah Pesantren yang merupakan bagian dari kegiatan memperingati hari santri 22 Oktober 2025 diikuti oleh 150 peserta santriwan dan santriwati berbagai dayah, ulama, akademisi, mahasiswa dan perwakilan Ormas dan OKP yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kegiatan Halaqah Pesantren yang berlangsung khidmat resmi ditutup oleh Kanwil Kemenag Aceh yang diwakili oleh Bapak Dr. Mukhlis, M.Pd