International – Mantan Diplomat senior Israel, Alon Liel, termasuk bagian dari 110 Diplomat yang menandatangani petisi mengakhiri perang di Gaza. Berbicara kepada Anadolu, Liel mengatakan para pemimpin Israel harus memprioritaskan nyawa 59 sandera yang tersisa.
“Serangan di Gaza harus dihentikan segera,” Liel menggarisbawahi.
“Pertama-tama, kita perlu memulangkan 59 sandera, bahkan jika kita harus mengakhiri perang.” Liel mengatakan masalah 59 sandera Israel yang ditawan Hamas telah menyebabkan keretakan yang dalam di masyarakat Israel, dengan mengatakan: “Itu menghancurkan Israel.”
“Ini merusak masyarakat Israel. Dan masyarakat Israel sangat terpecah belah karenanya. Sebagian berpendapat hal terpenting adalah membawa mereka kembali. Sebagian lain mengatakan hal terpenting adalah menghancurkan Hamas,” katanya, seraya menambahkan, “Masyarakat Israel terpecah belah.” Tambah Liel.
Liel juga mengatakan masalah tersebut tidak hanya merambah di masyarakat, tetapi juga dunia militer Israel. Banyak tentara Israel yang menolak untuk kembali ke Medan perang.
“Semakin sedikit orang yang ingin bertempur di pasukan cadangan. Anda tahu, (dengan) wajib militer, Anda harus pergi. Namun, pasukan cadangan, terutama setelah Anda setahun di Gaza, Anda dapat berkata, ‘Saya harus mengurus keluarga saya.’ Jadi, tekanan datang dari militer. Militer berkata, ‘kami tidak memiliki cukup tentara’.”
Menurut Liel jumlah prajurit yang menolak kembali berperang di Gaza terus meningkat. Hal tersebut menjadi masalah bagi militer Israel.
“Saat ini, saya tidak menganggapnya sebagai masalah. Namun, jika ini terus berlanjut, dan semakin banyak orang berhenti masuk militer, ini mungkin akan menjadi masalah besar baginya (Perdana Menteri Netanyahu),” kata Liel.
“Karena ia tidak memiliki kaum ultra-ortodoks dan ia selalu mengandalkan kaum sekuler, kaum sekuler tidak mendukung perang,” kata Liel, seraya menambahkan: “Mereka lelah. Jadi, ini mungkin memengaruhi militer, dan militer dapat menekan Netanyahu.” Terang Liel.
Petisi untuk mengakhiri perang di Gaza kini ditandangani oleh semua kalangan di Israel. Laporan dari Anadolu, Petisi tersebut kini telah menerima lebih dari 122.000 tanda tangan.
Petisi tersebut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Israel, termasuk personel angkatan laut, unit lapis baja, intelijen militer, dokter tentara, personel intelijen, akademisi, pensiunan pejabat kementerian luar negeri, guru, orang tua, dan lain-lain.
Artikel Masyarakat di Israel Semakin Terpecah Belah Akibat Perangi Gaza pertama kali tampil pada AcehGround.

Tinggalkan Balasan