Idul Fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa Ramadhan. Berikut tujuh hal yang disunnahkan selama merayakan lebaran.
Diketahui, selain sebagai hari raya yang penuh suka cita, Idul Fitri juga menjadi waktu untuk merefleksikan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam merayakannya, Rasulullah SAW telah memberikan contoh konkret melalui sunnah-sunnah yang dianjurkan.
Mengikuti sunnah ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjaga kesinambungan tradisi Islam yang penuh makna. Berikut adalah beberapa sunnah yang bisa diamalkan saat Lebaran Idul Fitri.
1. Mandi Sunnah dan Berhias
Salah satu sunnah Rasulullah SAW di hari Idul Fitri adalah mandi sebelum berangkat ke tempat salat. Mandi ini disebut mandi sunnah Id yang bertujuan membersihkan diri secara lahir dan batin.
Selain mandi, dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik (walaupun bukan baru) serta wewangian. Nabi Muhammad SAW biasa mengenakan jubah atau pakaian terbaiknya saat menghadiri salat Id.
Sunnah ini mencerminkan penghargaan terhadap hari raya sebagai momen spesial dan bentuk syukur atas nikmat Allah.
2. Makan Sebelum Salat Idul Fitri
Berbeda dengan Idul Adha yang disunnahkan untuk makan setelah salat, pada Idul Fitri Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat.
Hal ini sebagai simbol bahwa hari itu adalah hari berbuka setelah sebulan berpuasa.
Makanan ringan seperti kurma atau makanan manis menjadi pilihan yang dianjurkan, menggambarkan kebahagiaan dan keberkahan.
3. Mengumandangkan Takbir
Takbir adalah salah satu syiar utama Idul Fitri. Sunnah mengumandangkan takbir sejak malam Idul Fitri hingga imam memulai salat Id. Takbir bisa dilafalkan di rumah, masjid, atau perjalanan menuju tempat salat. Lafalnya:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.”
Dengan takbir, kita mengingat kebesaran Allah dan mengosongkan hati dari kesombongan.
4. Salat Idul Fitri di Tanah Lapang
Rasulullah SAW selalu melaksanakan salat Id di lapangan terbuka, kecuali jika hujan turun. Hal ini menunjukkan bahwa salat Id sebaiknya dilakukan secara berjamaah dengan melibatkan seluruh komunitas muslim, termasuk wanita dan anak-anak.
Salat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama, imam membaca takbir tujuh kali (selain takbiratul ihram), dan pada rakaat kedua lima kali.
Setelah salat, khotbah disampaikan. Namun, khotbah Idul Fitri bukanlah syarat sah salat, sehingga mereka yang tidak mendengarnya tetap dianggap telah melaksanakan salat.
5. Silaturahmi dan Memohon Maaf
Idul Fitri identik dengan tradisi silaturahmi dan saling memaafkan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
Mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat adalah bentuk konkret sunnah ini. Tradisi halal bihalal juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.
6. Menunjukkan Kegembiraan dan Sederhana dalam Bersuka Cita
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mengekspresikan kebahagiaan di hari raya dengan cara yang proporsional.
Anjuran untuk saling memberi hadiah, menghidangkan makanan enak, dan berpakaian rapi adalah bentuk syukur. Namun, beliau juga melarang berlebihan atau menghamburkan harta.
Kegembiraan harus diimbangi dengan sikap syukur dan tidak melanggar syariat.
7. Pulang Melewati Jalan Berbeda
Sunnah lain yang sering terlupakan adalah mengambil jalan berbeda saat pulang dari salat Id.
Hikmahnya adalah memperluas syiar Islam, menyebarkan salam kepada lebih banyak orang, dan memperbanyak saksi kebaikan di hari raya.
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW saat Idul Fitri bukan sekadar ritual, tetapi upaya menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dari mandi sunnah hingga silaturahmi, setiap langkah mengandung makna spiritual dan sosial.
Dengan merayakan Lebaran sesuai tuntunan Nabi, kita menjaga tradisi yang penuh berkah dan mengikat tali persaudaraan. Semoga Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali fitri (suci) dan memperkuat komitmen sebagai hamba Allah yang bertakwa.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin!

Tinggalkan Balasan