Dengan demikian, jihad dalam ayat ini adalah usaha totalitas, mencakup seluruh aspek kehidupan, yang dilakukan dengan niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tafsir Al-Qurtubi menambahkan, bahwa jihad yang dimaksud adalah mujāhadat al-a’daa’ (berjihad melawan musuh). Musuh dalam arti luas, termasuk musuh yang nampak (orang-orang kafir) dan musuh yang tersembunyi (hawa nafsu dan setan).
Janji Hidayah: Jalan-Jalan Menuju Allah SWT
Sebagai imbalan atas jihad yang dilakukan, Allah SWT menjanjikan "لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا" (lanahdiyannahum subulanaa), yang berarti "benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." Janji ini adalah jaminan hidayah, petunjuk, dan kemudahan bagi mereka yang bersungguh-sungguh berusaha mencari ridha-Nya.
- Hidayah menuju ilmu yang bermanfaat: Allah SWT akan membukakan pintu ilmu, pemahaman, dan kebijaksanaan bagi mereka yang berusaha mempelajari agama-Nya.
- Hidayah menuju amal saleh: Allah SWT akan memberikan kemudahan dan kekuatan untuk melaksanakan amal saleh, menjauhi perbuatan dosa, dan istiqamah di jalan-Nya.
- Hidayah menuju akhlak mulia: Allah SWT akan membimbing untuk memiliki akhlak yang mulia, seperti sabar, syukur, ikhlas, dan pemaaf.

Tinggalkan Balasan