119 Views
Makna Mendalam Doa Nabi Musa AS
Doa Nabi Musa ini mengandung empat permohonan utama, masing-masing dengan makna dan implikasi yang mendalam:
-
- “Rabbi-syrah li shadri” (Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku): Permohonan ini merujuk pada kelapangan hati, ketenangan jiwa, dan kesiapan mental. Menghadapi Fir’aun, seorang penguasa yang kejam dan memiliki kekuasaan absolut, tentu menimbulkan rasa takut dan cemas. Kelapangan dada yang diminta oleh Nabi Musa bukanlah sekadar perasaan tenang sesaat, melainkan kesiapan batin untuk menerima segala kemungkinan, baik yang menyenangkan maupun yang sulit. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa kelapangan dada di sini berarti “dibukakan hatinya untuk menerima kebenaran, dimudahkan baginya untuk beramar ma’ruf nahi mungkar, dan diberi keberanian untuk menghadapi orang-orang yang zalim.” (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Juz 5, hal. 270).
Halaman

Tinggalkan Balasan