Aceh Besar — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PWNU) Aceh menyelenggarakan Halaqah Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam di Aula Rumoh Meudrah, Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Aceh Besar. Kegiatan ini mengusung tema Santri, Tradisi Pesantren, dan Konstruksi Budaya Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali (Abu Sibreh) menekankan pentingnya peran strategis ulama dayah dalam menjembatani kepentingan umat dan pemerintah.
“Ulama dayah memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara umat dan pemerintah. Di satu sisi, ulama menjadi suara moral dan penjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Di sisi lain, ulama juga berperan sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang menyentuh kepentingan rakyat banyak,” ujar Abu Sibreh.
Beliau menambahkan bahwa halaqah ini merupakan ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pesantren, masyarakat, dan negara.
“Tradisi dayah di Aceh telah lama menjadi bagian dari struktur sosial masyarakat. Karena itu, penguatan peran ulama dalam menjembatani kepentingan umat dan pemerintah bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga fondasi penting bagi terciptanya tatanan masyarakat Aceh yang adil, damai, dan religius,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan