Konsiderai.com, Bireuen – Program Studi (Prodi) Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh gelar Seminar Komunikasi Efektif Pegawai Kementerian Agama RI di Era Digital dan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana di Pidie, Pidie Jaya, hingga Bireuen, sejak Rabu – Jumat (12-14/11/2025).
Kegiatan ini diikuti 300 peserta, dengan rincian 150 peserta di Pidie, 100 peserta di Pidie Jaya, dan 50 peserta di Bireuen.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pidie, Abdullah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam meningkatkan kapasitas aparatur Kemenag.
“Kehadiran para narasumber dari Pascasarjana UIN Ar-Raniry memberikan wawasan baru yang sangat diperlukan oleh para penyuluh dan penghulu,” kata Abdullah.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kemenag Bireuen, Zulkifli. Menurutnya, kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama yang produktif antara lembaga pendidikan tinggi dan Kemenag di daerah.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di seminar, tetapi terus berlanjut dalam bentuk peningkatan SDM melalui pendidikan lanjutan,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, Kepala Kemenag Pidie Jaya, Mulyadi, menyebut kegiatan ini sebagai semangat baru bagi pegawai Kemenag dalam menghadapi tantangan digital.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. A. Rani Usman, Dr. Ade Irma, Dr. Azman Sulaiman, dan Dr. Muhammad Aminullah
Ade Irma, menjelaskan komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga kemampuan mendengar, memahami pesan nonverbal, serta mengelola pesan secara tepat sesuai kebutuhan audiens.
“Pegawai Kemenag berhadapan dengan masyarakat setiap hari. Maka itu, harus mampu menjadi komunikator yang terpercaya, ramah, bijaksana, dan mampu menyampaikan pesan secara jelas, tidak memaksa, serta sesuai konteks audiens,” jelas Ketua Prodi KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ade Irma.
Ade Irma turut menekankan pentingnya sensitivitas terhadap bahasa tubuh, intonasi suara, dan penggunaan media digital sebagai saluran komunikasi yang kini menjadi kebutuhan dasar aparatur pemerintah.
Sedangkan Azman, menjelaskan sosialiasasi terkait pendaftaran, proses seleksi, hingga jadwal kuliah di Prodi KPI Pascasarjana UIN Ar-Raniry.
“Kami ingin memastikan pegawai Kemenag di seluruh Aceh memiliki akses yang mudah dan fleksibel untuk melanjutkan studi di Pascasarjana UIN Ar-Raniry,” ungkap Azman.
Diakhir kegiatan, Pascasarjana UIN Ar-Raniry melakukan penandatanganan kerjasama (MoA) dengan Kemenag Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Perjanjian ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, seminar, dan kerja sama akademik lainnya.
Menanggapi hal ini, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Eka Sri Mulyani menyampaikan kegiatan tersebut adalah kontribusi kampus dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur pemerintah di Aceh.
“Pascasarjana UIN Ar-Raniry tidak hanya membuka ruang pendidikan formal, tetapi juga hadir untuk mendampingi pegawai pemerintah agar lebih profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini akan terus kami lakukan di berbagai kabupaten sebagai bentuk pengabdian dan penguatan literasi komunikasi digital,” pungkas Eka. []

Tinggalkan Balasan