11 Views

Konsiderai.com, Aceh Besar – Warga Desa Pasie Lam Garot, Aceh Besar, mulai menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah air sumur bor tidak dapat digunakan akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Pemadaman listrik yang telah berlangsung selama 24 jam membuat warga kesulitan memasak, mencuci, hingga mandi. Sebagian memilih menampung air hujan dalam wadah.

Salah seorang warga, Abdullah, mengungkapkan mesin pompa air di rumahnya tidak dapat dihidupkan akibat listrik padam.

Ia menambahkan, sumur bor merupakan satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini saya menampung air hujan untuk kebutuhan mandi dan berwudu dulu,” ujar Abdullah.

Pemadaman serupa terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Hal itu diakibatkan tumbangnya lima tower 150 kV milik Perusahan Listrik Negara (PLN) setelah diterjang angin kencang dan badai sejak Selasa (25/11/2025).

Melansir aceh.tribunnews.com, kerusakan pada jaringan tersebut berdampak pada suplai listrik di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Lukman Hakim, menyampaikan ratusan personel siaga PLN bersama puluhan unit alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki lima tower yang terdampak banjir bandang tersebut. [Aura Sura Aini]